Bahanafmngawi.com  — Semangat persatuan dan kedamaian mengisi halaman Polsek Ngawi Kota. Saat lebih dari 100 pendekar pencak silat se-Kecamatan Ngawi berkumpul untuk deklarasi damai.

Acara yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pencak Silat bersama Forum Pimpinan Kecamatan ini menjadi momen penting menyambut Suran Agung dan Tahun Baru Hijriyah 1447 H / 2025 M. Hadir dalam kesempatan itu Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Dandim 0805 Ngawi, Ketua IPSI, serta tokoh perguruan silat.

Kapolres Ngawi menegaskan, deklarasi damai ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk menjaga harmoni dan menghindari konflik antar perguruan. Bahwa setiap orang yang terlibat dalam keributan akan menghadapi proses hukum tanpa terkecuali.

“ Dengan deklarasi damai hari ini tidak ada lagi keributan, kalau terjadi keributan, konsekuensinya kita proses hukum. Tidak ada yang membela A tidak ada yang membela B. semua sama di mata hukum.,” ujar Kapolres Ngawi

Para pendekar menandatangani deklarasi sebagai simbol persatuan dan penolakan terhadap kekerasan. Kegiatan ini juga menjadi bagian tradisi menyambut bulan Muharram dan Suran Agung, memperkuat nilai budaya dan spiritual di tengah komunitas pencak silat.

“ Mari kita wujudkan kabupaten ngawi adalah daerah yang paling aman, perguruan silat yang paling tertib dan cinta perdamaian,” ujar Kapolres Ngawi

Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama komunitas pencak silat, untuk bersatu padu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh kedamaian, sehingga Kabupaten Ngawi dapat menjadi contoh daerah yang harmonis dan bebas dari konflik.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini