Bahanafmngawi.com – Masyarakat Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, menggelar tradisi Labuhan atau Slametan Menjemput Hujan sebagai tanda dimulainya kegiatan tanam padi. Tradisi turun-temurun ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus doa agar musim tanam berjalan lancar, membawa keberkahan dan hasil panen yang melimpah.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut tradisi Labuhan sebagai warisan budaya yang sarat makna dan selaras dengan nilai-nilai syariat.

 “ Ini tradisi yang sangat bagus. Istilahnya labuhan, menjemput hujan dan mengawali kegiatan tanam padi. Insyaallah dengan rasa syukur dan kebiasaan bersedekah, Allah akan memberikan ridho. Kalau Gusti Allah sudah ridho, pasti barokah,” ungkapnya.(02/11/2025)

Ritual menjemput hujan dan mengawali musim tanam padi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat sekaligus bentuk sedekah bersama agar memperoleh ridho Allah. Dengan keikhlasan dan kebersamaan dalam berdoa, diharapkan keberkahan akan menyertai seluruh hasil pertanian

Selain menjadi ajang doa bersama, tradisi ini juga mempererat kebersamaan warga desa. Mereka meyakini, dengan semangat gotong royong dan rasa syukur, hujan dan hasil bumi akan menjadi berkah bagi seluruh masyarakat Jatipuro.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini