BAHANAfm,Ngawi – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kab. Ngawi, Anang Heri Prabowo, menjelaskan pihaknya gencar lakukan sosialisasi Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya antisipasi potensi bencana di Kabupaten Ngawi. Sosialisasi ini mendasar di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu penyumbang bencana alam yang sering terjadi disaat musim pancaroba sepertihalnya saat sekarang.
“Kita mengadakan sosialisasi dengan teman-teman yang ada di lapangan, terutama pihak pemerintah Kecamatan maupun di desa dan mengajak relawan di Kabupaten Ngawi untuk antisipasi adanya perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan,” ujarnya. Selasa (13/09/2022)
Ditambahkan oleh Anang demikian panggilan akrab Kepala BPBD Ngawi adanya potensi bencana diantaranya pohon tumbang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Memang tidak kesemuanya terjadi di Kabupaten Ngawi, beberapa bencana alam terjadi tidak pada satu tempat. Dicontohkannya bencana tanah longsor seringkali terjadi di wilayah Ngawi sebelah selatan atau dataran tinggi di Kecamatan Kendal, Sine dan Jogorogo. Untuk bencana angin putting beliung terjadi di Kecamatan dengan wilayah dataran rendah, sepertihalnya Pangkur, Padas, Widodaren dan Paron.
“Keberadaan bencana itu meskipun tidak kita harapkan, tapi desa ataupun masyarakat bisa antisipasi adanya bencana sesuai kondisi yang ada di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Guna memberikan mencegah dan mengantisipasi kejadian bencana di Kabupaten Ngawi, dibutuhkan relawan yang tanggap dengan bencana atau terdekat dengan wilayah tersebut. Anang menegaskan dengan pembentukan Destana (Desa Tangguh Bencana), inilah yang menjadi garda terdepan dalam mengatisipasi bencana alam. Sedangkan di Kabupaten Ngawi, terdapat 44 Desa Tangguh Bencana yang telah terbentuk di Kabupaten Ngawi.
“Target kita, mudah-mudahan tahun depan seluruh desa kelurahan di Kab. Ngawi sebanyak 217 sudah bisa terbentuk Destana tersebut,” jelasnya. (Azz&La)






