Bahanafmngawi.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat bahwa penularan HIV/AIDS di wilayahnya masih berada pada angka yang mengkhawatirkan. Hingga pertengahan tahun 2025, tepatnya dari Januari hingga Juni, sudah ditemukan 52 kasus baru HIV. Angka ini menambah daftar panjang kasus yang setiap tahunnya secara konsisten menembus lebih dari 100 temuan baru.
Pengelola Program Penyakit Menular HIV/AIDS dan IMS Dinkes Ngawi, Ahmad Hari Sunarto, menyampaikan bahwa pola penularan masih didominasi oleh hubungan seksual.
“ Di tahun 2025 bulan Januari-Juni kita sudah masuk data 52 penderita baru, penyebab pasti yang tertinggi hubungan seks, 98% tertular karena hubungan seks, 2% nya tertular melalui narkoba suntik,” ujar Ahmad
Sebanyak 20 layanan kesehatan melaporkan temuan baru tahun ini. Dinkes telah melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi, pemeriksaan rutin untuk kelompok berisiko, ibu hamil, hingga calon pengantin. Pemeriksaan ini diatur dalam Perda Ngawi No. 12 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS.
Saat ini, sekitar 400 pasien HIV aktif menjalani pengobatan di Ngawi. Layanan perawatan tersedia di 13 puskesmas dan 2 rumah sakit. Meski belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, terapi yang ada bisa menekan perkembangan virus agar tidak merusak sistem kekebalan tubuh. Ahmad juga menyebutkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap HIV semakin meningkat, dan stigma maupun diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) kini telah jauh menurun.
“ Masyarakat sudah begitu paham terkait masalah HIV, untuk stigma dan diskriminasi di masyarakat sangat turun drastis sehingga tidak ada konflik di masyarakat,” ujarnya
Dinkes mengingatkan kepada masyarakat bahwa HIV menular melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak saat kehamilan, serta transfusi darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.(Ehr)






