Bahanafmngawi.com – Peran strategis Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dalam penguatan ekonomi desa melalui program Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM). Hingga pertengahan tahun 2025, BUMDesma di 19 kecamatan berhasil menghimpun aset mencapai Rp100 miliar, mayoritas dari program simpan pinjam yang menggairahkan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat desa.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Ony saat membuka Gebyar BUMDesma dan DAPM 2025 di Desa Kendung, Kwadungan, dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kabupaten Ngawi. Mengusung tema “Sinergitas Ekonomi Desa, UMKM, dan Ketahanan Pangan Menuju Ngawi sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Indonesia Emas”, acara ini menjadi momentum penguatan peran BUMDesma dalam ekonomi desa.

“Saya minta kepada seluruh pengurus BUMDesma untuk terus memperkuat ekonomi riil berbasis potensi lokal. Kita perlu dua atau tiga kegiatan yang bisa menjadi produk unggulan dan mencerminkan identitas ekonomi daerah. Bukan untuk bersaing, tapi untuk berkolaborasi dengan Koperasi Merah Putih demi mewujudkan kemandirian desa,” tegas Ony

Saat ini, lebih dari 3.000 kelompok masyarakat terlibat aktif dalam program DAPM. Pemkab Ngawi berkomitmen menjaga akuntabilitas program serta menjadikannya solusi atas masalah sosial dan ekonomi di desa.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini