Bahanafmngawi.com – Meski tahun ini tergolong kemarau basah, sebanyak 13 desa di Kabupaten Ngawi tetap masuk kategori rawan kekeringan. BPBD Ngawi mencatat wilayah tersebut tersebar di delapan kecamatan, mulai dari Ngawi, Pitu, Bringin, Kasreman, Widodaren, Mantingan, Karanganyar, dan Kedunggalar.

“Jumlahnya menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 23 desa, tapi kewaspadaan tetap kami tingkatkan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra.

Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Prila Yuda Putra menyatakan bahwa sebagai langkah antisipasi, tiga armada truk tangki disiagakan untuk distribusi air bersih. Desa-desa yang mulai kesulitan pasokan air diminta segera mengajukan permohonan dropping melalui jalur resmi.

BPBD juga menggandeng perangkat desa, TNI-Polri, hingga relawan lokal untuk siap siaga 24 jam. Selain kekeringan, potensi bencana lain seperti angin kencang dan pohon tumbang juga turut diwaspadai.

“ Terhadap bencana kekeringan kita tetap lakukan antisipasi, bekerjasama dengan perangkat desa, Babinsa Babinkamtibnas, lurah dan melibatkan semua komponen TNI Polri yang aktif 24 jam,” ujarnya

Pihaknya mengimbau agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.(Ehr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini